"Deflasi di Kota Pangkalpinang terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di tiga kelompok pengeluaran,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung menyatakan Kota Pangkalpinang pada Februari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 118,32.

"Deflasi di Kota Pangkalpinang terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di tiga kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, kelompok bahan makanan turun sebesar 2,38 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau turun 0,05 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan juga turun 2,40 persen.

Sementara empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,29 persen, kelompok sandang sebesar 0,47 persen, kelompok kesehatan 0,21 persen serta kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,24 persen.

Ia mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2015 adalah ikan kerisi, ayam, hidup, beras, pasir, mie kering instant, apel terasi udang, batu dan anggur.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bensin, daging ayam ras, cabai merah, ikan selar, cabai rawit, udang basah, ikan tenggiri, bahan bakar rumah tangga, ikan hapau dan kembung.

"Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2015 adalah sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2015 terhadap Februari 2014) sebesar 5,17 persen," ujarnya.

Ia mengatakan, seluruh kota di Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota pada Februari 2015 mengalami deflasi.

"Deflasi tertinggi terjadi di Buktittinggi sebesar 2,35 persen dengan IHK 114,99 dan terendah di Bandar Lampung sebesar 0,29 persen dengan IHK 117,31," ujarnya.



Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026