Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 1,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 sebesar 1,13 persen.

“Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,22 pada Maret 2025, meningkat menjadi 107,19 pada Maret 2026,” kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto dalam konferensi pers rilis BPS di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan secara tahunan, karena peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan Lebaran 2026.

Penyumbang utama inflasi tahunan (yoy) terbesar pada Maret 2026 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,25 persen dan andil inflasi sebesar 1,57 persen.

“Emas perhiasan, daging ayam ras dan cumi-cumi adalah komoditas yang menjadi andil utama inflasi tahunan,” ujarnya.

Komoditas penyumbang andil inflasi tahunan adalah emas perhiasan sebesar 0,50 persen, daging ayam ras sebesar 0.26 persen dan cumi-cumi sebesar 0,23 persen.

Selain itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen dan kelompok Pendidikan sebesar 16,62 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi tahunan adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0,54 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap deflasi (yoy), yaitu sekolah menengah atas, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, bawang putih, cabai merah, kentang, popok bayi sekali pakai, wortel, bensin, kelapa, bayam, tempe, makanan ringan, ayam hidup, telur ayam ras, tauge/kecambah, sabun cair/cuci piring, sabun detergen bubuk, air kemasan, dan telepon seluler," katanya.

Inflasi tahunan Maret 2026 tertinggi di Babel terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 2,53 persen dengan IHK sebesar 106,51. Sedangkan inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,41 persen dengan IHK sebesar 107,40.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026