Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung membidik wisatawan nusantara yang diyakini akan mampu menggenjot jumlah kunjungan wisata ke ujung barat Pulau Bangka itu.
"Wisata sejarah dan budaya yang menjadi ikon pariwisata Bangka Barat memiliki segmen khusus dan akan lebih diminati wisatawan nusantara, terutama para pelajar dan mahasiswa. Untuk itu kami akan lebih fokus mengelola segmen pasar tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, Rozali di Muntok, Sabtu.
Ia mengatakan, Bangka Barat khususnya Kota Muntok memiliki sekitar enam puluh situs peninggalan sejarah dan enam diantaranya sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Puluhan situs sejarah yang semuanya berada di dalam satu wilayah Muntok, kata dia, memudahkan wisatawan untuk menjangkau seluruh lokasi dalam waktu cukup singkat.
"Jika wisatawan ingin melakukan "city tour" cukup dalam waktu paling lama dua hari. Ini sangat cocok dilakukan para pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar sejarah di akhir pekan mereka," kata dia.
Dengan bidikan pasar yang sudah jelas, kata dia, pemerintah lebih mudah mengarahkan seperti apa pengembangan pariwisata daerah itu ke depan.
Ia menerangkan, selain meningkatkan sarana dan prasarana objek wisata sejarah, peningkatan fasilitas di objek wisata pendukung juga terus dilakukan.
"Pantai Baturakit, Pantai Tanjung Kalian juga terus kami benahi untuk menambah kenyamanan para wisatawan menikmati keindahan pantai yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota," kata dia.
Terkait dengan penginapan yang selama ini menjadi kendala pengembangan pariwisata, kata dia, pengunjung tidak perlu khawatir karena selain hotel dan penginapan, warga di daerah itu telah mengembangkan usaha rumah singgah dengan biaya menginap cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa dan pelajar.
Muntok mamiliki objek wisata sejarah cukup banyak, seperti sejarah terbentuknya Kota Muntok, sejarah dimulainya penambangan timah di Pulau Bangka, sejarah lokasi pertempuran Perang Dunia II, dan lokasi pengasingan puluhan pejuang kemerdekaan dan Proklamator Kemerdekaan RI yang diasingkan Belanda medio 1948-1949.
"Muntok merupakan satu-satunya destinasi wisata sejarah di Babel, kami yakin dengan membidik wisatawan pelajar dan mahasiswa, pariwisata daerah akan semakin maju," kata dia.
