Pangkalpinang (Antara Babel) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sarjulianto menyatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat di Pulau Bangka dan Belitung mencapai 950 ton per bulan dan cukup tinggi dibanding konsumsi ikan nasional.
"Tingkat konsumsi ikan masyarakat di Pulau Bangka 450 ton dan Pulau Belitung mencapai 500 ton per bulan," kata Sarjulianto di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangka Belitung sudah di atas rata-rata nasional, namun demikian pihaknya terus mempromosikan gemar makan ikan ke masyarakat.
Tingkat konsumsi ikan nasional masih sekitar 33,5 kilogram per kapita per tahun, sementara tingkat konsumsi masyarakat Bangka Belitung sudah mencapai 46 kilogram per kapita per tahun.
"Kami terus meningkatkan promosi gemar makan ikan agar masyarakat beralih makan ikan, sehingga pemerintah dapat menjaga stabilitas harga daging sapi dan ayam yang terus mengalami kenaikan karena persediaan yang kurang," ujarnya.
Ia mengatakan hasil tangkapan ikan nelayan cukup berlimpah, sehingga Indonesia khususnya Bangka Belitung sudah menjadi daerah pengekspor ikan segar ke berbagai negara.
"Produksi ikan kita sudah berlebihan, jadi diharapkan masyarakat makan ikan sebagai alternatif makan daging," ujarnya.
Menurut dia ikan ini memiliki protein yang tinggi dan bisa menjadi bahan baku berbagai makanan olahan yang sehat dan bergizi.
"Hasil tangkapan ikan nelayan ini dapat diolah menjadi tepung, produk kerupuk kemplang, kricu, terasi dan lainnya," ujarnya.
