Kami menilai kinerja KPU, Panwaslu dan pemerintah daerah belum maksimal dalam menyiapkan pilkada serentak."
Toboali (Antara Babel) - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menemukan puluhan alat peraga kampanye (APK) rusak atau pemasangannya tidak tertata rapi sehingga mengganggu keindahan di daerah itu.

"Kami menilai kinerja KPU, Panwaslu dan pemerintah daerah belum maksimal dalam menyiapkan pilkada serentak," kata Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, Samsul Bahri di Toboali, Senin.

Ia juga menilai kinerja Panitia Pengawas Pilkada juga kurang maksimal karena belum memberikan pengawasan yang maksimal terhadap KPU sebagai penyelenggara pilkada serentak ini.

"Panwas dengan KPU belum bersinergi dan masih terkesan berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kerja sama," katanya.

Menurut dia, dalam pemasangan APK masih terjadi penumpukan di satu titik dan tidak tepat sasaran karena tidak adanya koordinasi antara kedua lembaga penyelenggara pemilu, sehingga kinerja mereka terkesan asal jadi.

"Kami berharap KPU dan Panwaslu mengevaluasi kembali pemasangan APK ini, jangan sampai ada desa yang memiliki wilayah yang luas hanya dipasang dua APK, namun harus sesuai dengan luas wilayah dan jumlah penduduk," ujarnya.

Ia berharap pihak KPU dan Panwas dapat bekerja maksimal dan tidak "masuk angin" dalam arti netral atau tidak memihak pada pasangan tertentu dalam pilkada ini.

"Dengan adanya APK yang rusak ini pihak KPU secepat mungkin harus segera memperbaikinya, sehingga kelihatan bagus dan tertata dengan rapi dan enak dilihat," ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Bangka Selatan, M Ali Syahbana mengatakan akan membentuk tim monitoring, investivigasi dan inventarisisasi untuk melihat apakah ada APK yang rusak atau terjadi penumpukan di suatu tempat.

"Kalau untuk memperbaiki APK itu memang kewajiban kita, kalau ada roboh atau rusak maka wajib diperbaiki karena pemasangan APK ini berakhir hingga 5 Desember nanti," ujarnya.



Pewarta: Juniardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026