Deflasi tersebut terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh turunnya IHK pada tiga kelompok pengeluaran."Pangkalpinang (Antara Babel) - Kota Tanjungpandan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Oktober 2015 mengalami deflasi tertinggi se-Sumatera yaitu 1,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 127,18.
"Deflasi tersebut terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh turunnya IHK pada tiga kelompok pengeluaran," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, tiga kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok bahan makanan turun 6,07 persen atau dari 142,50 pada September 2015 menjadi 133,18 pada Oktober 2015, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen atau dari 124,31 menjadi 124,23 dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,11 persen dari 128,50 menjadi 127,07.
Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan IHK sebesar 0,02 persen dari 122,89 menjadi 122,92, kelompok sandang 0,09 atau dari 121,35 menjadi 121,46, kelompok kesehatan 0,27 persen atau dari 123,77 menjadi 124,10 dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,21 persen atau dari 132,25 menjadi 132,53.
"Komoditas yang mengalami peningkatan harga pada oktober 2015 yaitu sawi hijau, apel, wortel, anggur, sepatu anak-anak, sepatu olahraga, sepatu wanita dan melon, sedangkan yang mengalami penurunan harga daging ayam ras, ikan kembung, cabai rawit, kangkung, angkutan udara," katanya.
Ia mengatakan, pada Oktober 2015 untuk deflasi terendah diantara kota-kota IHK di wilayah Sumatera yaitu Padang Sidempuan 0,01 persen dengan IHK 118,04.
Sementara itu kota-kota di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 33 kota tercatat 17 kota menglami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi.
"Deflasi tertinggi terjadi di Tual 1,53 persen dengan IHK 131,59 dan terendah terjadi di Watampone 0,02 persen dengan IHK 117,68," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.