"Kami terus berusaha meningkatkan capaian vaksinasi untuk mencegah dan mengendalikan penularan PMK ini," kata Kepala Dispertan Provinsi Kepulauan Babel Edi Romdoni di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan berdasarkan laporan realisasi vaksinasi PMK se-Provinsi Kepulauan Babel terbaru sudah mencapai 1.200 ekor ternak atau masih di bawah target yang ditetapkan sebanyak 1.400 ekor ternak sapi, kerbau dan kambing.
"Target vaksinasi PMK ini memang belum tercapai, karena harus ada beberapa syarat yang harus disiapkan agar tidak ada kendala hingga efek samping yang ditimbulkan dalam melakukan vaksinasi tersebut," ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispanpertan Kabupaten Bangka Krisnaningsih mengatakan sapi yang mendapat suntik vaksin di fokuskan di daerah zona hijau atau daerah yang belum ditemukan paparan suspek PMK seperti di Kecamatan Riau Silip, Kecamatan Bakam serta di Kecamatan Puding Besar.
"Sapi yang mendapatkan layanan suntik vaksin semuanya sapi hasil budidaya masyarakat dengan usia minimal tiga bulan, begitu pula sapi yang diketahui proses hamil di atas dua bulan diperbolehkan mendapat vaksin," ujarnya.
Menurut dia pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali terhitung satu bulan dari vaksin pertama dan dilanjutkan vaksin ketiga diselang waktu enam bulan ke depan.
"Hanya saja, tahapan pelaksanaan vaksin tahap kedua maupun ketiga dilakukan setelah mendapat pasokan vaksin dari pemerintah provinsi mengingat ketersediaan vaksin jumlahnya terbatas," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.