"Jika pemilu kondusif, tentu masyarakat tidak terbelah dan kami mengharapkan peran ormas untuk dapat membantu pemerintah dalam menciptakan politik kondusif," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bangka Tengah Syamsul Komar di Koba, Sabtu.
Kesbangpol Bangka Tengah mencatat sebanyak 75 ormas yang terdadtar di lembaga tersebut dan pihaknya terus membangun komunikasi dan sinergitas yang baik.
"Kita bangun sinergitas dengan ormas karena keberadaannya mampu membantu pemerintah dalam mendeteksi serta meredam potensi konflik pemilu," ujarnya.
Baca juga: AJI Kota Pangkalpinang gelar diskusi publik "Kemerdekaan Pers Hadapi Pemilu 2024"
Syamsul Komar mengatakan berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, bahwa eskalasi politik di daerah itu cukup kondusif dan pontensi konfliknya sangat kecil.
"Sekecil apapun konflik tetap kita petakan dan diantisipasi agar tidak menjadi persoalan besar," katanya.
Syamsul Komar mengatakan bahwa pihaknya memiliki kewajiban membantu penyelenggara pesta demokrasi dalam memetakan, mendeteksi dini dan melakukan tindakan pencegahan.
Baca juga: Bawaslu Babel dan TAPD bahas usulan hibah Pilkada 2024
"Kita juga sudah mengumpulkan sejumlah ormas dan menyosialisasikan terkait upaya mencegahan dini terhadap kemungkinan konflik yang terjadi dalam Pemilu 2024," katanya.
Pihaknya juga membantu KPU dan Bawaslu dalam menyosialisasikan tentang kepemiluan kepada masyarakat, terutama kepada pemilih pemula.
"Sasaran kami adalah pemilih pemula yang mereka pada 2024 sudah cukup usia untuk mencoblos dalam Pemilu 2024, mereka perlu mendapatkan pemahaman dalam memilih dan mencari pemimpin yang ideal," ujarnya.
Baca juga: Pemilih pemula Pemilu 2024 di Bangka Selatan capai 5.896 orang
Pewarta: AhmadiEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.