Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen dibanding sebelumnya dari 103,21 menjadi 103,74.
"Kenaikan itu disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Subsektor yang mengalami peningkatan NTP yaitu tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,26 persen dan perikanan 0,78 persen, sedangkan tanaman pangan turun sebesar 1 persen, hortikultura 0,90 persen dan NTP subsektor peternakan turun 0,12 persen.
"Naiknya dua NTP subsektor itu cukup besar pengaruhnya terhadap angka NTP Babel," ujarnya.
Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen dibandingkan It Mei 2016 dari 121,49 menjadi 122,73.
Kenaikan itu terjadi karena naiknya It pada tiga subsektor, sedangkan dua subsektor lainnya mengalami penurunan.
It subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 1,83 persen, perikanan 1,20 persen dan It Subsektor peternakan naik 0,28 persen, sedangkan It subsektor tanaman pangan turun 0,56 persen dan hortikultura 0,43 persen.
Selanjutnya, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Juni 2016 mengalami kenaikan 0,51 persen bila dibandingkan pada Mei dari 117,71 menjadi 118,30. Kenaikan itu disebabkan naiknya Ib di seluruh subsektor.
Subsektor tanaman pangan naik 0,45 persen, hortikultura 0,47 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,56 persen, peternakan 0,40 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,41 persen.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.