Koba, Babel, (ANTARA) - Dinas Sosial dan Pemerintah Desa (DinsosPMD) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sebanyak 1.500 warga yang menjadi sasaran program beras kesejahteraan daerah (Rastrada).
"Sebanyak 1.500 keluarga penerima manfaat itu betul-betul data yang valid dan mereka sangat membutuhkan," kata Kabid Silakso DinsosPMD Bangka Tengah Robi di Koba, Minggu.
Ia menjelaskan Rastrada adalah beras premium 10 kilogram yang diberikan kepada 1.500 KPM yang datanya sesuai nama dan alamat sehingga penyaluran dijamin tepat sasaran.
"Kalau program Rastrada boleh diuji di lapangan, penerimanya masyarakat miskin atau bukan, karena kita melakukan pendataan tidak asal-asalan," ujarnya.
Menurut dia, program Rastrada yang bekerja sama dengan Perum Bulog itu sudah berjalan selama empat tahun lebih dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat.
Namun kata dia pada 2025, program Rastrada terpaksa dihentikan sementara karena terkena efisiensi anggaran.
Demi efisiensi anggaran, TAPD Bangka Tengah mencoret program Rastrada namun tetap mempertahankan iuran BPJS demi pengobatan gratis untuk masyarakat.
"Untuk efisiensi anggaran Rastrada dihentikan. Kalau dihitung anggaran Rastrada itu Rp2 miliar setahun. Tapi BPJS kita masih dipertahankan karena pemerintah masih UHC dimana semua orang mendapat pelayan pengobatan yang sama. Jadi tetap memberikan pelayan pengobatan yang baik untuk masyarakat, " ujarnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak 46 ribu jiwa iuran BPJS Kesehatan ditanggung APBN melalui Kemensos RI dan 64 ribu jiwa ditanggung daerah melalui APBD.
"Kalau tidak salah datanya demikian, untuk lebih terperinci silahkan tanya ke Dinkes sebagai OPD yang menjalankan program itu," ujarnya.
Robi berharap, ada solusi atau pengganti Rastrada karena penghapusan program Rastrada menimbulkan kekuatiran di tengah warga.
"Rastrada ini sangat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membantu pemenuhan gizi masyarakat," ujarnya.