Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 15 Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kabupaten Bangka, tujuh diantaranya telah tercatat sebagai Pengetahuan Tradisional Ditjen Kekayaan Intelektual.
Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung, Harun Sulianto, di Pangkalpinang , Selasa (11/3) menjelaskan bahwa pencatatan KIK bertujuan memberikan pelindungan hukum dan mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain.
Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) adalah Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat komunal dan memiliki nilai ekonomis dengan tetap menjunjung tinggi nilai moral, sosial, dan budaya bangsa. Kekayaan Intelektual Komunal terdiri atas Ekspresi Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Sumber Daya Genetik, Indikasi Asal dan Potensi Indikasi Geografis.
Ia mengatakan saat ini, ada tujuh kuliner Kabupaten Bangka yang telah tercatat sebagai Pengetahuan Tradisional di Ditjen Kekayaan Intelektual.
Pengetahuan Tradisional adalah Karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu.
"Perlindungan terhadap pengetahuan tradisional ini penting untuk menjaga identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan daerah yang mendukung promosi dan komersialisasi pengetahuan tradisional, yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pemiliknya.
Berikut 7 kuliner Kabupaten Bangka yang telah tercatat sebagai Pengetahuan Tradisional di Ditjen Kekayaan Intelektual :
1. Begutok/Gegutok

Makanan khas Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat ini menggunakan ikan sebagai bahan utama, awalnya dibuat dari ikan hasil tangkapan yang tidak habis dijual.
2. Kue Kujo

Kue manis khas Kelurahan Kenanga ini disajikan pada Perayaan 1 Muharram untuk menjamu tamu. Kue ini memiliki tekstur lembut dan berminyak, disajikan di atas daun pisang. Kue ini menjadi hidangan pembuka yang disajikan sebelum hidangan lainnya.
3. Kelesan (Empek-empek)

Kuliner khas Kecamatan Belinyu yang terbuat dari ikan dan tepung, bisa direbus atau digoreng, biasanya menggunakan ikan ciu dan cuka jeruk kunci.
4. Otak-otak Belinyu

Kuliner ini merupakan makanan khas Belinyu yang terbuat dari ikan tenggiri, dibalut daun pisang dan dibakar, disajikan dengan cocolan cuka merah terasi dan cuka tauco. Di Belinyu, otak-otak ikan ini diproduksi oleh masyarakat etnis Tionghoa dan menjadi makanan paling favorit baik bagi warga lokal maupun wisatawan.
5. Ayam Tim Jurung
Kuliner tradisional yang berasal dari Desa Jurung, Kecamatan Merawang ini dibuat menggunakan ayam kampung tua, dimasak dengan wadah yang diletakkan di atas pasir yang dipanaskan di atas api selama 3 hingga 4 jam. Agar beraroma khas, bumbu kering dibungkus dalam kain tipis dan ditambahkan sayur lobak yang diasinkan. Ayam Tim Jurung biasanya disajikan dalam acara besar di Desa Jurung.
6. Pantiaw Beras Belinyu

Makanan khas dari Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Makanan ini terbuat dari beras dan sedikit tepung kanji atau sagu, dengan kuah bumbu ikan yang ditumis dan dihaluskan. Cara penyajiannya dengan menaruh Pantiaw dalam piring atau mangkuk, menambahkan bumbu tumis, menyiram air hangat, mengaduk, dan siap dinikmati.
7. Kretek Bangka
Cemilan khas Bangka yang satu ini terbuat dari ikan tenggiri dan tepung sagu. Makanan ini berbentuk bulat dan berwarna putih, sangat populer di kalangan masyarakat dan wisatawan. Teksturnya yang renyah membuatnya digemari. Kretek sering dibawa sebagai oleh-oleh dan bisa dinikmati dengan hidangan berkuah atau bersama nasi.
Pewarta: ANTARA BabelUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026