Belitung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan membenahi tata kelola niaga ayam potong di daerah itu, guna mengantisipasi praktik permainan harga ayam potong dari mafia besar.
"Kami akan mengatur tata kelola ayam potong di Belitung," kata Kepala DKPP Belitung, Destika Efenly di Tanjungpandan, Kamis.
Menurut dia, memang dalam beberapa bulan terakhir harga ayam potong jatuh di tingkat pasaran setempat.
Hal ini dikeluhkan oleh para peternak ayam mandiri karena mengalami kerugian di tengah tingginya biaya produksi.
Ia mengatakan, DKPP Belitung telah menyusun sejumlah rencana dan mengidentifikasi permasalahan tata niaga ayam potong di tingkat lapangan bersama Kejaksaan Negeri Belitung.
"Padahal sebenarnya kebutuhan ayam potong di Belitung stabil setiap bulannya, cuman yang jadi masalahnya pada produksi yang tidak stabil, dalam artian dalam minggu ini kebutuhan ayam 100.000 ekor tahu-tahu minggu depan 50.000 ekor," ujarnya.
Akibatnya, kata Destika, antara kebutuhan dan permintaan ayam potong di daerah itu tidak seimbang.
Oleh karena itu, DKPP Belitung bersama pihak Kejaksaan Negeri Belitung menindaklanjuti persoalan ini, guna membongkar jika ada praktik mafia ayam.
"Sehingga kami harus melindungi semuanya mulai dari peternak, masyarakat, dan pembeli semuanya harus kami lindungi sehingga menguntungkan, jadi kami akan telusuri bagaimana kalau di dalamnya ada mafia kami akan diidentifikasi masalah-masalahnya di mana" katanya.
Destika menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pembenahan tata kelola niaga ayam potong di daerah itu sehingga menjadi baik dan saling menguntungkan.
"Kalau kondisi pasar terus terang kami sulit mengendalikannya, namun kalau tata kelola baik, pasokan ayam stabil, misalnya kebutuhannya katakan 200.000 per ekor berarti sebulan ada empat minggu berarti seminggu harus 50.000 ekor ayam masuk, jangan sampai salah satu pihak tidak memasok ayam di minggu pertama namun mau memasok ayam di minggu kedua dengan jumlah besar, jadi populasi ayam di pasar melimpah," ujarnya.
Guna mengatur populasi ayam potong tersebut, lanjut Destika, pihaknya akan menyiapkan regulasi atau aturan dengan tetap berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Belitung dan bagian hukum Setda Pemkab Belitung.
"Kami minta pandangan dengan Kejaksaan Negeri Belitung kalau regulasi sebenarnya sudah ada cuma ada beberapa regulasi yang bersifat umum kami coba untuk lebih spesifik sesuai kebutuhan kondisi daerah," katanya.
