Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya meningkatkan kualitas sanitasi di permukiman sebagai salah satu upaya menyediakan lingkungan sehat untuk masyarakat.
"Hari ini kita melaksanakan pertemuan kelompok kerja untuk menyukseskan program ini, kita berusaha agar pertemuan ini menghasilkan dokumen strategis untuk menjalankan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun Anggaran 2025," kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Mie Go di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan PPSP diupayakan mampu menghasilkan berbagai dokumen strategis, antara lain dokumen Strategi Sanitasi Kota yang menjadi dasar arah kebijakan pembangunan yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah tahun 2026.
Menurut dia, persoalan sanitasi dan perumahan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi, sehingga dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, masyarakat, maupun lembaga sosial.
"Kami juga mendorong dinas teknis dan mitra terkait untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan asbes dan pentingnya sanitasi yang baik," katanya.
Ia berharap seluruh rumah di Kota Pangkalpinang tidak lagi menggunakan asbes dan dapat memenuhi kriteria rumah layak huni.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Pangkalpinang akan menggencarkan sosialisasi bahaya penggunaan atap jenis asbes.
"Kami akan buatkan surat edaran sosialisasi masyarakat berkenan bahaya asbes," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sekitar 43 ribu rumah di Kota Pangkalpinang masih menggunakan atap asbes karena bahan ini lebih murah dan tahan lama sehingga menjadi pilihan utama masyarakat.
Meskipun demikian, kata dia, penggunaan asbes bisa memberikan dampak negatif bagi para pengguna karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, terutama jika serat asbes terhirup.
Penyakit yang paling umum terkait dengan paparan asbes adalah asbestosis, kanker paru-paru, dan mesothelioma, kanker langka yang menyerang lapisan tipis di sekitar paru-paru dan perut.
"Maraknya penggunaan asbes sebagai atap rumah oleh masyarakat memang didasari ketidaktahuan dampak yang ditimbulkan, untuk itu Pemkot melalui organisasi perangkat daerah terkait akan terjun langsung kepada masyarakat untuk sosialisasi hal ini," katanya.
Sosialisasi akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bersama Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman agar masyarakat memahami bahaya asbes.
"Tetapi tidak serta merta bisa kita gantikan itu, misalkan rumah tidak layak huni yang merupakan program pemerintah kota ini, ketika kita melakukan perbaikan kita utamakan atapnya menggunakan bahan selain asbes," katanya.
Pangkalpinang tingkatkan kualitas sanitasi permukiman
Selasa, 15 Juli 2025 19:26 WIB
