Belitung (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama jajaran TNI di wilayah setempat akan saling bersinergi guna mewujudkan swasembada pangan di daerah itu.
"Kami bersama TNI akan saling bekerja sama dan sinergi dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Kamis.
Menurut dia, sinergi mewujudkan swasembada pangan di daerah itu dilaksanakan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan program bantuan pangan.
"Kami akan berkolaborasi dengan TNI dalam program-program ini yang nantinya akan sama-sama kami laksanakan," ujarnya.
Syahrianza Rahman berharap melalui sinergi dan kolaborasi ini program swasembada pangan di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur bisa terwujud.
"Tentunya ini menjadi tugas dan tanggungjawab bersama untuk mewujudkan swasembada pangan di Negeri Laskar Pelangi," katanya.
Syahrianza menambahkan, Bulog kembali mendapatkan penugasan dari kepala Badan Pangan Nasional (BPN) untuk menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP pada periode Juli - Desember 2025 sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 215 Tahun 2025.
"Penyaluran dilaksanakan secara bertahap di seluruh provinsi melalui sinergi pusat dan daerah guna menjamin pelaksanaan penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, dan tepat waktu," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran beras SPHP dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat, koperasi desa atau kelurahan Merah Putih, kios pangan binaan pemerintah, dan oleh pemda melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Konsumen diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan ukuran lima kilogram dan tidak untuk diperjualkan kembali sesuai kebijakan pengendalian distribusi," katanya.
Sedangkan untuk harga beras SPHP, kata Syahrianza Rahman, diatur dalam Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 215 Tahun 2025 dengan rincian untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi dijual dengan HET Rp12.500 per kilogram.
Adapun untuk wilayah Sumatera kecuali Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan dijual HET Rp13.100 per kilogram.
Kemudian untuk Maluku dan Papua dijual HET Rp13.500 per kilogram.
"Harga ini bertujuan menjaga akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau," katanya.
Disampaikan, melalui SPHP, Perum Bulog membantu menjaga daya beli masyarakat, menekan gejolak harga pasar, dan memastikan pangan pokok tetap tersedia hingga ke pelosok negeri.
"Dengan dukungan pemerintah Bulog terus menjalankan peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata dan berkeadilan," ujarnya.
