"Sebaiknya para pedagang memperhatikan keindahan lapak-lapaknya, apalagi daerah itu merupakan kawasan hijau yang seharusnya asri, sementara sekarang terlihat kurang indah dengan adanya lapak lapak tersebut," kata warga Kelurahan Sungai Baru Zamka di Muntok, Sabtu.
Ia mengatakan, warga di daerah itu tidak mempermasalahkan menjamurnya jumlah pedagang kuliner khas daerah di sepanjang jalan menuju Unit Metalurgi Muntok milik PT Timah Tbk tersebut karena menyangkut upaya memenuhi kebutuhan hidup yang tiap hari terus meningkat,
"Ini menyangkut peningkatan ekonomi masyarakat yang perlu ditumbuhkan, jangan sampai pedagang merasa dirugikan, namun bagaimana caranya bisa sejalan dengan kehendak pemerintah agar jalur tersebut kelihatan indah yang juga untuk mendukung pariwisata.
Menurut dia, seharusnya pihak kecamatan setempat tanggap dengan keadaan seperti itu, bisa saja membantu pedagang dengan mendirikan lapak-lapak dagangan yang lebih bagus dan tidak merusak pemandangan.
Ia mengatakan, pedagang kaki lima di jalan tersebut saat ini masih sedikit namun semakin bertambah seiring tingginya animo masyarakat berbelanja di tempat tersebut yang menyediakan berbagai jenis kebutuhan sehari-hari mulai dari sayur mayur, aneka kue sampai bibit tanaman perkebunan.
"Mumpung belum banyak jumlahnya, sebaiknya segera ditertibkan dengan menyediakan bangunan semi permanen yang lebih layak dan sebagai timbal baliknya bisa saja dikenakan retribusi," ujarnya.
Zamka yang memiliki usaha kafe kustik di Jalan tersebut mengharapkan, dengan adanya peningkatan keindahan sepanjang jalan tersebut dapat mendukung usaha pariwisata yang ada di sepanjang jalan tersebut.
"Jika dikelola dengan baik, kami yakin banyak pengunjung yang datang ke tempat itu, karena banyaknya pedagang kuliner khas daerah yang bisa ditemui di sepanjang jalan tersebut," ujarnya.
Hal sama dikatakan Dwi Anggoro (38), sebaiknya pemkab setempat tanggap dengan kondisi itu karena jalan tersebut mulai ramai seiring perkembangan Kota Muntok.
"Kami hanya terganggu penataan lapak yang kurang mendukung keindahan perkotaan, padahal adanya pedagang di jalan tersebut sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tidak perlu jauh-jauh ke pasar," ujarnya.
Ia berharap, pemkab setempat memberikan bantuan berupa lapak yang sesuai dengan budaya lokal.
"Daerah itu merupakan salah satu aset ekonomi cukup menjanjikan dan strategis untuk mengembangkan usaha karena selalu ramai dilalui dan dikunjungi warga," ujarnya.
Dengan adanya penataan ulang kawasan, kata dia, bukan tidak mungkin Jalan Raya Peltim akan menjadi salah satu ikon pariwisata Bangka Barat sekaligus memajukan sektor unggulan tersebut yang saat ini sedang menggeliat.
: Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.