Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih 50 guru, pustakawan, dan penggiat agar mampu menjadi pelopor literasi informasi sehat untuk mendukung upaya mencerdaskan bangsa.
"Kegiatan bimbingan teknis diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan para peserta tentang literasi informasi sehingga mereka bisa menjadi duta dan pelopor di lingkungan masing-masing," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Rabu.
Menurut dia, literasi Informasi penting diberikan untuk memberikan bimbingan kepada para pustakawan, guru dan penggiat agar mereka mampu mengenali kebutuhan, penelusuran, evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan.
Literasi informasi merupakan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan mengkomunikasikan informasi secara efektif sesuai dengan kode etik.
Menurut dia, literasi informasi penting di era digital karena membantu individu untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat dan menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks.
"Saya yakin kegiatan ini memberikan dampak baik, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," katanya.
Di era dunia teknologi yang serba digital, kata dia, cepatnya informasi yang beredar sampai-sampai susah untuk memilah, memilih dan membedakan mana informasi yang benar-benar valid atau hoaks.
Oleh sebab itu, diperlukan kemampuan yang mumpuni untuk memahami, mengevaluasi, menggunakan informasi yang tepat agar tidak salah menyampaikan informasi tersebut.
“Yang tak kalah penting yaitu bagaimana setelah kita mendapatkan informasi tersebut perlu di cek kembali kebenaran sumber informasi yang diterima," katanya.
Ia mencontohkan, berita tentang makanan kesehatan yang beredar di media sosial yang durasinya hanya beberapa detik, banyak informasi yang tidak benar, ada juga informasi tentang penerimaan PNS yang tidak akurat.
“Nah, saran saya jangan percaya dengan berita atau informasi sepotong-sepotong yang sumbernya tidak jelas. Carilah informasi itu dari sumber primer, misalnya informasi penerimaan PNS cari sumber dari kementerian yang mempunyai otoritas kewenangan untuk itu," katanya.
Dalam menyampaikan informasi, masyarakat juga perlu memperhatikan kepatutan etika yang baik dan benar.
"Saya harap peserta kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan literasi informasi di masa mendatang, sehingga dapat meningkatkan kualitas literasi informasi di Bangka Barat," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026