Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membentuk Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai target.
"Satgas MBG ini terus berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar BGN," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Kamis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik, sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting di daerah.
Algafry menjelaskan, pembentukan Satgas MBG dilakukan setelah pemerintah mendirikan dapur umum yang memasak dan menyalurkan makanan bergizi kepada pelajar di semua jenjang pendidikan.
"Dapur umum sepenuhnya dikelola oleh SPPG sebagai mitra untuk menjalankan program MBG di Bangka Tengah," ujarnya.
Menurut Algafry, program tersebut sementara baru menjangkau enam sekolah, yakni SDN 1 Koba, SDN 2 Koba, SDN 4 Koba, SDN 8 Koba, SMPN 1 Koba, dan SMAN 1 Koba.
"Untuk wilayah lain akan dimulai secara bertahap, seperti di Pangkalanbaru, Lubuk Besar, dan Sungai Selan," katanya.
Pemkab Bangka Tengah mencatat sebanyak 42.000 siswa SD, SMP, dan SMA menjadi sasaran program MBG.
"Idealnya dibutuhkan 14 dapur umum yang tersebar di enam kecamatan, sementara saat ini baru tersedia satu dapur dengan kapasitas melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa," kata Algafry.
