Toboali, Babel (ANTARA) - Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinyatakan sebagai daerah yang sudah terbebas dari wabah penyakit infeksi kulit menular (frambusia), karena gencarnya upaya pencegahan melalui program edukasi kesehatan.
"Kita sudah tercatat sebagai daerah yang terbebas dari frambusia karena program edukasi kesehatan berjalan efektif," kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan Agus Pranawa di Toboali, Sabtu.
Sebagai bukti daerah terbebas frambusia, Pemkab Bangka Selatan mendapatkan sertifikat bebas frambusia yang disebabkan bakteri itu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sebelumnya sudah dilakukan survei dan asesmen dari Kementerian Kesehatan dan dinyatakan Kabupaten Bangka Selatan bebas frambusia.
Sertifikat bebas frambusia adalah sertifikat yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada kabupaten/kota yang telah terbukti tidak ditemukan kasus baru berdasarkan survei yang berkinerja baik.
"Kita terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan, dengan penguatan edukasi masyarakat dan mendorong perilaku hidup bersih agar generasi mendatang tetap terhindar dari penyakit menular berbahaya," ujarnya.
Agus menjelaskan, frambusia merupakan penyakit tropis yang termasuk ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan (neglected tropical disease).
Frambusia atau dalam beberapa bahasa daerah disebut patek, puru, buba, pian, parangi, ambalo adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum subspecies pertenue yang hidup di daerah tropis.
"Penularannya melalui lalat atau melalui kontak langsung dari cairan luka penderita ke orang yang mempunyai kulit yang luka atau tidak utuh," ujarnya
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026