Belitung (ANTARA) - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan aplikasi berbasis laman (website) guna memudahkan masyarakat di daerah itu dalam berwakaf.
"Tujuan BWI Belitung meluncurkan website adalah memudahkan orang yang berwakaf (wakif) untuk mewakafkan sebagian hartanya," kata Ketua BWI Belitung, Huniadi Bellia di Tanjungpandan, Jumat.
Menurut dia, selain itu, peluncuran laman BWI Belitung juga bertujuan untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional guna mendukung kemajuan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Ia mengatakan, adapun sasaran utama dalam peluncuran laman BWI Belitung ini adalah para generasi milenial agar memudahkan mereka dalam berwakaf.
"Karena generasi muda ini adalah generasi yang melek digital jadi mereka mudah dalam berwakaf dengan adanya website ini," ujarnya.
Disampaikan, dalam laman BWI Belitung itu, tersedia pilihan bagi masyarakat yang ingin berwakaf, seperti wakaf uang, wakaf produktif, wakaf sosial, wakaf pendidikan, dan wakaf ekotheology (pelestarian lingkungan).
"Jadi berwakaf ini tidak mesti menunggu kaya cukup dengan uang Rp10 ribu atau Rp100 ribu atau sesuai cakupan sudah bisa dan terkoneksi ke rekening masing-masing, jadi ini sesuatu yang luar biasa," katanya.
Huniadi menambahkan, di samping itu, melalui aplikasi ini pihaknya juga mengajak para calon pengantin di daerah itu agar dapat berwakaf sebelum melangsungkan pernikahannya.
"Sebelum mereka menikah mulailah dengan amal baik dulu yakni dengan berwakaf dan para pengantin juga nanti akan mengambil manfaat dari wakaf itu misalnya nanti dibuatkan usaha yang untungnya bisa bagikan kepada mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Dikatakan, dana wakaf yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat.
"Uang ini apabila sudah terkumpul maka nanti akan diinvestasikan dalam bentuk membuka usaha seperti wakaf mart, membantu pelaku UMKM, dan sekarang kami juga sedang membantu pondok pesantren yang sedang menjalankan usaha isi ulang air minum," katanya.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, Suyanto di Tanjungpandan, Jumat menilai peluncuran aplikasi laman BWI Belitung ini sebagai terobosan untuk memudahkan masyarakat berwakaf.
"Ini adalah sebuah terobosan bagaimana sosialisasi atau penyuluhan wakaf kepada generasi milenial lebih mudah agar mereka memahami wakaf," ujarnya.
