Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas organisasi untuk menyikapi dinamika nasional terkait kondisi keamanan, maraknya penyebaran informasi bohong (hoaks), dan potensi gesekan sosial di berbagai daerah.

"Para tokoh masyarakat merupakan figur yang memiliki pengaruh, sehingga kami ajak berdialog untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini," kata Algafry di Koba, Selasa.

Ia menjelaskan, meskipun situasi keamanan di Bangka Tengah relatif aman dan terkendali, kewaspadaan dini tetap diperlukan guna mengantisipasi potensi gangguan.

Menurut dia, pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahim tersebut menjadi sarana menyatukan pandangan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.

"Melalui forum ini kami sampaikan kepada para tokoh masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam mencegah potensi konflik, salah satunya dengan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta meluruskan kabar simpang siur di media sosial," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para tokoh masyarakat menyatakan komitmen untuk menjaga persatuan, memelihara kerukunan, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif. 

Mereka juga menolak penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang berpotensi memecah belah bangsa.

Bupati menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Saya sudah meminta camat agar menyampaikan pesan ini kepada lurah hingga kepala desa untuk melakukan deteksi dini di wilayah masing-masing," kata Algafri



Pewarta: Ahmadi
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026