Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, menekankan pentingnya netralitas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di tengah dinamika politik yang berkembang di Indonesia.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Bersama jajaran Kemenko Hukum dan HAM Impas yang diikuti secara virtual oleh Kantor Wilayah Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung, Senin (15/9).
"ASN harus tetap menjaga netralitasnya, baik dalam sikap politik, pelayanan publik, maupun pengambilan keputusan. Kita adalah perekat bangsa, bukan hanya citra demokrasi, tetapi juga penyejuk bagi publik tanpa diskriminasi," kata Otto dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Selasa (16/9).
Ia menegaskan meskipun aksi unjuk rasa merupakan hak publik yang sah, kebebasan tersebut harus dijalankan secara tertib serta berlandaskan keadilan dan integritas.
Otto juga mengingatkan ASN untuk bijak dalam bermedia sosial, mengingat dampak luas informasi digital termasuk hoaks yang berpotensi memengaruhi opini masyarakat.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci memperkuat efektivitas birokrasi dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
"Integritas dan kedisiplinan adalah kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, yang turut hadir secara virtual, mengajak seluruh ASN di lingkungan Kanwil Babel agar cerdas menggunakan media sosial.
"Gunakan media sosial secara bertanggung jawab untuk mendukung transparansi dan meningkatkan komunikasi digital pelayanan publik," kata Johan.
Apel Pagi Bersama itu juga diikuti oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel, Kaswo; Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan, Rahmat Feri Pontoh; serta pejabat manajerial dan nonmanajerial dari Kanwil Kemenkum, Kanwil HAM, dan Kanwil Ditjen Imigrasi Babel.
