Kita coba menggunakan pohon kapuk dan ternyata kuat untuk dijadikan junjung lada.Sungailiat (Antara Babel) - Petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menggunakan pohon randu atau kapuk untuk junjung tanaman lada sebagai alternatif karena sulitnya mendapatkan kayu.
"Kita coba menggunakan pohon kapuk dan ternyata kuat untuk dijadikan junjung lada," kata Munir, salah seorang petani lada di Desa Sempan, Kabupaten Bangka, Senin.
Menurut dia penggunaan pohon randu atau kapuk lebih efisien dan menjadi salah satu alternatif pengganti kayu.
"Kayu mati saat ini sudah susah dicari, kalau pohon randu ini tinggal kita tanam dulu, kemudian setelah delapan bulan baru ditanami lada," katanya.
Ia menjelaskan, pohon kapuk randu bisa membantu pertumbuhan lada dengan ketinggian mencapai lima meter. Namun jarak tanam setiap pohon lada harus lebih jauh, yakni tiga meter agar tidak menutupi lingkungan kebun secara berlebihan.
"Mulanya kita mencari ilmu di internet dan ternyata ada alternatif pengganti kayu yang biasa kita pakai seperti pohon kapuk ini dan di Vietnam sudah banyak yang menggunakannya," katanya.
Sementara itu, salah seorang petani Bangka lainnya, Hasan mengatakan penggunaan pohon kapuk sebagai junjung tanaman lada bisa bertahan lama dan kuat dari terpaan angin sehingga tidak mudah patah.
"Memang untuk mulai menggunakan junjung dari pohon kapuk ini membutuhkan proses yang lama, namun hasil yang akan didapat sebanding dengan apa yang kita kerjakan," katanya.
Ia berharap dengan menggunakan junjung tersebut hasil produksi lada mereka akan semakin meningkat.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026