Pangkalpinang (ANTARA) - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong percepatan hilirisasi sektor perikanan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah itu.
"Kegiatan Babel Economic Forum (BEF) 2025 yang digelar di Pangkalpinang dengan tema Akselerasi Hilirisasi Perikanan sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung ini relevan untuk menggali sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan di sektor utama ekonomi Bangka Belitung, yakni ekonomi biru, di tengah gejolak ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel Rommy Tamawiwy di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, BEF merupakan agenda tahunan Bank Indonesia Babel sebagai forum diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) dan ruang diskusi bagi para pakar, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha untuk membahas isu serta inovasi pengembangan ekonomi daerah.
Menurut dia, penguatan ekonomi biru menjadi kunci diversifikasi pertumbuhan ekonomi di luar sektor timah.
Berdasarkan data BPS menunjukkan subsektor perikanan berkontribusi 7,45 persen terhadap PDRB Babel pada 2024 dan menjadi ekspor terbesar ketiga setelah timah dan kelapa sawit.
"Babel tidak hanya berkisah tentang timah, tapi juga tentang laut dan perikanan. Ekonomi biru adalah masa depan Babel,” katanya.
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam hilirisasi perikanan, terutama terkait faktor produksi, regulasi dan kelembagaan, serta pemasaran dan perdagangan.
Untuk itu, ia mendorong penguatan sinergi kelembagaan lintas pihak dalam pengembangan klaster perikanan terintegrasi, dan mendorong penyelarasan bisnis antarpelaku usaha.
"Strategi komprehensif perlu dilakukan, mulai dari korporatisasi nelayan, pembiayaan produktif, hingga dukungan UMKM agar sektor perikanan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan," katanya.
Penyelenggaraan BEF 2025 menjadi wadah untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat sektor ekonomi biru sejalan dengan tema pembangunan daerah, yaitu Mandala Pengembangan Quality Tourism and Blue Economy.
"Dengan strategi yang tepat, sektor ekonomi biru dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan serta membawa manfaat signifikan bagi masyarakat Babel," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Try MustikaEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026