Pangkalpinang (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung Elvi Diana mengatakan kegiatan Babel Economic Forum 2025 yang dilaksanakan Perwakilan Bank Indonesia Daerah setempat merupakan momentum tepat untuk percepatan pembangunan ekonomi pesisir.
"BEF tahun lalu sudah cukup mampu berkontribusi pada sektor pariwisata, sekarang saatnya bagi warga pesisir," kata Elvi Diana di Pangkalpinang, Rabu.
Dia mengatakan kegiatan BEF 2025 BI Babel yang fokus pada sektor perikanan dan kelautan ini menjadi wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Menurut dia, Babel sebagai provinsi kepulauan harus lebih serius mengoptimalkan potensi hasil laut dan budidaya perikanan karena 60 persen wilayah Babel dikelilingi laut.
"Jika potensi kelautan ini tidak dimaksimalkan, menjadi kerugian besar bagi daerah dan masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan BEF dapat menjadi momentum percepatan penguatan kemandirian ekonomi pesisir dan kesejahteraan nelayan di Bangka Belitung," ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak mulai dari pelaku bisnis, masyarakat, hingga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersama-sama mendukung penguatan ekosistem perikanan, khususnya yang menyentuh langsung kehidupan nelayan atau masyarakat pesisir.
Hadirnya program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Pemerintah Pusat juga bisa berfokus pada nelayan.
Dinas terkait diharapkan dapat mengusulkan desa-Desa yang banyak nelayan untuk masuk program tersebut.
"Program Desa Nelayan Merah Putih ini sangat baik karena melibatkan kolaborasi dengan koperasi merah putih. Saya sudah meminta Dinas Kelautan dan Perikanan agar wilayah yang masih tertinggal segera mengajukan, jangan sampai tertinggal kesempatan," katanya.
Dengan kerja sama yang baik seluruh instansi terkait, pemangku kepentingan dan masyarakat diyakini berbagai program yang sudah disiapkan akan mampu mendorong kemandirian warga pesisir dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
