Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan aplikasi Sistem Potensi Pajak (SiPojak) guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 yang ditargetkan meningkat signifikan.
Kepala Bakuda Babel M. Haris AR AP mengatakan aplikasi SiPojak memudahkan pendataan masyarakat dan mempercepat pelayanan pajak oleh pemerintah daerah.
“Aplikasi ini akan dipegang para kepala desa karena kami ingin melokalisir data seluruh wajib pajak yang pajaknya masih menunggak,” ujarnya di Pangkalpinang, Kamis.
Dengan pendataan yang lebih rinci di tingkat desa, Bakuda Babel akan menjemput bola ke desa-desa sehingga masyarakat yang jauh dari kantor samsat tetap bisa mendapatkan layanan pembayaran pajak.
“Jika Kades sudah mendata masyarakatnya, kami akan datang langsung memberi layanan pajak,” katanya.
Menurut Haris, target PAD 2026 diperkirakan meningkat sehingga Bakuda harus menggali seluruh potensi, termasuk pajak kendaraan bermotor. Layanan Samsat, mobil pelayanan keliling, layanan setempoh, hingga jemput bola akan terus digencarkan.
“Semoga SiPojak dan berbagai program layanan maksimal ini dapat membantu mencapai target PAD 2026,” harapnya.
M.Haris mengatakan melalui aplikasi SiPojak ini Bakuda Babel lebih mudah memberi pelayanan ke masyarakat sampai ke tingkat desa karena para Kepala Desa bisa mendata masyarakatnya sehingga memberi kemudahan untuk mereka membayar pajak.
"Jika Kades sudah mendata masyarakatnya, kami akan datang ke desa itu untuk memberi layanan pajak agar mereka yang jauh dari kantor samsat akan terbantu membayar pajak," ujarnya.
Menurut M.Haris, target PAD tahun 2026 pasti cukup besar sehingga Bakuda Babel harus berupaya menggali semua potensi termasuk dari pajak agar target PAD 2026 bisa tercapai. Seluruh tim juga akan gencar memberi layanan, baik melalui UPT kantor Samsat, samling, setempoh dan upaya jemput bola untuk masyarakat terpencil.
"Semoga dengan aplikasi SiPojak ini dan berbagai program serta layanan maksimal yang kita berikan bisa mencapai target di 2026," harap Haris.
Baca juga: Bakuda Babel optimistis capai target, realisasi pajak daerah sudah 92,43 persen
Baca juga: Bakuda Babel catat penerimaan pemutihan PKB 2025 capai Rp32,885 miliar
Selain meluncurkan aplikasi tersebut, Bakuda Babel juga bekerja sama dengan PT Telkom Bangka Belitung untuk mengirimkan informasi dan edukasi perpajakan berbasis NIK yang terhubung ke nomor telepon masyarakat.
"Informasi seperti jatuh tempo pajak dan perhitungan biaya akan dikirim secara digital sehingga wajib pajak dapat mengaksesnya secara interaktif," ujar Haris.
Kepala Desa Kurau, Bangka Tengah, Jasila, mengapresiasi penerapan SiPojak karena melibatkan perangkat desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Saya mendukung sepenuhnya karena aplikasi ini bermanfaat dan menyentuh masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat desa menyambut baik penerapan aplikasi tersebut meski tingkat kesadaran membayar pajak masih rendah.
“Dengan pendataan langsung ke rumah-rumah, kami yakin program Bakuda Babel bisa lebih efektif dan target PAD 2026 dapat tercapai,” katanya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026