Sungailiat (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih keluarga akseptor memiliki kemampuan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Kepala Bidang Pengelola Program Kegiatan Keluarga Sejahtera DP2KBP3A Kabupaten Bangka Wiwik di Sungailiat, Jumat, mengatakan pelatihan bagi keluarga akseptor melalui program kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Tahun 2025.
"Kegiatan ini dianggap penting karena keluarga akseptor mendapat pelatihan materi pengembangan usaha mikro langsung dari dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan," kata dia.
Ia mengatakan tercatat 81 keluarga akseptor yang mendapat pelatihan usaha, dan sebagian sudah memiliki usaha sendiri, seperti makanan olahan dan toko sembako skala keci.
"Hanya saja dari dari 81 keluarga akseptor yang di sejumlah wilayah desa dan kelurahan masih ada yang belum mempunyai usaha dan baru berkeinginan membuka usaha," katanya.
Dia menjelaskan keluarga akseptor yang belum memiliki lini usaha disarankan menjadi mitra Disnakerperindag supaya lebih mudah dilakukan pembinaan.
"Disnakerperindag akan membantu mencarikan reseler atau pemasok bahan baku yang disesuaikan dengan usaha yang dikembangkan keluarga akseptor," ujar dia.
Dia mengakui keluarga akseptor yang sudah memiliki usaha masih mengalami kekurangan untuk pengembangan kreativitas karena keterbatasan sumber daya manusia termasuk pula keterbatasan pemodalan.
"Dengan pelatihan ini diharapkan, keluarga akseptor ke depan termotivasi membuka usaha atau mengembangkan usaha dengan kreativitas yang disesuaikan kebutuhan masyarakat sehingga jangkauan pemasaran lebih luas," kata dia.
