Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya memperkuat literasi berbasis kearifan lokal sebagai salah satu komitmen membangun sumber daya manusia berkarakter.
"Selama ini kita terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melakukan kajian dan menjadikannya sebuah karya, baik dalam bentuk tulisan atau konten lainnya," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Selasa.
Ia mengatakan, sumbangan buku terkait tragedi Perang Dunia II yang berlangsung di Mentok, karya salah satu pemerhati sejarah lokal merupakan salah satu contoh baik bagi generasi muda untuk terus berkarya.
Menurut dia, buku tersebut tidak hanya merekam peristiwa masa lalu, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang jejak sejarah Kota Mentok sebagai bagian dari dinamika global Perang Dunia II.
"Sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah strategis, Mentok menyimpan banyak kisah perjuangan, penderitaan, dan ketangguhan manusia yang patut dikenang dan dipelajari oleh generasi masa kini dan masa depan. Melalui buku ini, sejarah lokal tidak hilang oleh waktu, melainkan terdokumentasi, dipahami, dan diwariskan sebagai sumber pembelajaran yang berharga," katanya.
Keberhasilan penulis dalam meluncurkan buku sejarah itu diyakini akan memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah, terutama untuk memperkuat literasi berbasis kearifan lokal, serta menjadikan arsip dan buku sejarah sebagai jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
"Dengan adanya buku tersebut, tentu akan menambah khasanah koleksi sejarah Perang Dunia II di Kota Mentok yang ada di perpustakaan. Buku itu akan kami tempatkan dikoleksi khusus karena terbatas, ini termasuk koleksi dokumenter yang tidak dipinjamkan secara umum tetapi kalau ada pemustaka yang ingin baca bisa membacanya di perpustakaan,” katanya.
Ia berharap tulisan ini dapat memicu atau pemantik kawan-kawan lain untuk berkarya dengan hal sejenis, karena Bangka Barat memiliki beberapa bahan yang bisa diangkat menjadi sebuah karya.
Dengan semakin banyak tulisan yang dihasilkan dari kajian mendalam diyakini dapat memperluas akses pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran sejarah, khususnya di kalangan generasi muda.
"Kita akan terus berupaya agar semakin banyak anak muda yang tertarik menulis berbasis sejarah lokal karena buku akan menjadi sumber inspirasi dan bahan pembelajaran, karena sejarah adalah fondasi penting dalam membangun jati diri, karakter, dan masa depan Bangka Barat yang berbudaya dan berpengetahuan," katanya.
Penulis Buku Tragedi Perang Dunia II di Kota Mentok dalam Kilasan Sejarah, Syarifudin Isa, menjelaskan buku dokumenter yang berhasil disusun dan diterbitkan itu mengulas kronologi peristiwa-peristiwa penting selama Perang Dunia II, mulai dari konteks global jatuhnya Pearl Harbour, masuknya tentara Jepang ke Mentok, hingga berbagai penyerangan dan pendudukan di wilayah tersebut.
Melalui detail narasi yang disajikan diharapkan bisa membawa pembaca memahami sejarah, baik dari sisi kemanusiaan, dampak perang maupun peran strategis Mentok, diharapkan bisa memberikan gambaran untuk dikembangkan sehingga bisa menyejahterakan masyarakat.
DPK Bangka Barat perkuat literasi berbasis kearifan lokal
Selasa, 13 Januari 2026 22:42 WIB
