Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan galeri manuskrip sejarah lokal sebagai upaya perlindungan terhadap naskah kuno yang ada di daerah itu.

"Ini merupakan salah satu program unggulan kita untuk memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap koleksi manuskrip yang ada agar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Selasa.

Ia mengatakan dalam beberapa tahun ini pihaknya bekerja sama dengan sejumlah penggiat manuskrip melakukan pengumpulan data sekaligus menampung berbagai naskah kuno untuk dilakukan pemeliharaan.

Setelah mendapatkan kepercayaan dan berhasil mengumpulkan beberapa naskah kuno, pihaknya berupaya untuk melakukan pendokumentasian dan pemeliharaan agar naskah kuno tetap dalam kondisi baik.

"Saat ini kami sedang menyusun galeri khusus naskah kuno, ada beberapa naskah yang nantinya akan kita sajikan agar bisa dilihat pengunjung," katanya.

Selain melakukan pemeliharaan terhadap naskah yang sudah ada, pihaknya juga aktif melakukan pencarian beberapa naskah kuno yang berhubungan dengan sejarah Bangka Barat yang sampai saat ini masih tersimpan di Arsip Nasional maupun di Pemkab Bangka.

Untuk mendapatkan kembali naskah-naskah tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga nantinya naskah kuno yang ada kaitannya dengan Bangka Barat bisa kembali dimiliki daerah.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini diharapkan berbagai naskah kuno yang ada kaitannya dengan Kabupaten Bangka Barat bisa terkumpul dan menjadi koleksi Perpusda.

"Selain sebagai kelengkapan arsip daerah, naskah kuno ini juga tidak menutup kemungkinan untuk dipamerkan, dan ke depan kami optimistis bisa menjadi destinasi baru bagi wisatawan," katanya.

Dengan pengembangan dan inovasi yang terus dilakukan Perpusda Bangka Barat diharapkan gedung perpustakaan tidak sekadar tempat koleksi buku, namun juga memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat, hal ini sejalan dengan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data objek pemajuan kebudayaan yang dilaksanakan pada tahun ini, jumlah manuskrip yang terdeteksi ada di Bangka Barat sebanyak 51 objek, 44 terpelihara dengan baik dan tujuh lainnya masih membutuhkan perhatian.

Sebanyak 51 manuskrip tersebut dikelompokkan dalam beberapa kategori, antara lain kitab tauhid, kitab fikih, sejarah, ilmu tentang tanaman, tentang tarekat, tentang fatwa, hikayat, silsilah, dan lainnya yang memuat berbagai catatan peristiwa di Mentok dan Pulau Bangka pada umumnya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026