Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar pertemuan dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mematangkan rencana penataan ulang Kawasan Kota Tua Mentok.

"Audiensi ini kita laksanakan terkait rencana penataan Kawasan Kota Tua Mentok yang pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Rabu.

Ia memberikan apresiasi kepada BPBPK Babel yang telah berkomitmen dalam mendukung revitalisasi kawasan tersebut.

Pemkab Bangka Barat komitmen mendukung rencana tersebut dan telah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, dukungan teknis dan administratif yang diperlukan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan.

"Saya berharap seluruh pihak dapat bersinergi agar pekerjaan yang sudah direncanakan dapat selesai tepat waktu," katanya.

Penataan Kawasan Kota Tua Mentok merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata budaya dengan konsep klaster Eropa.

Rencana ini sudah cukup lama dinantikan masyarakat, dan dijadwalkan pelaksanaan pembangunan fisik dimulai awal Maret 2026.

Revitalisasi Kawasan Kota Tua Mentok diharapkan berjalan lancar, berlandaskan pada pelestarian nilai-nilai cagar budaya dan mampu menghadirkan wajah baru Mentok sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Barat.

Kepala BPBPK Babel Mochamad Syukron Fikri menjelaskan pertemuan dengan Bupati Bangka barat bersama jajaran merupakan koordinasi awal untuk memastikan kesiapan pelaksanaan penataan kawasan.

"Kami berterima kasih atas kerja keras tim organisasi perangkat daerah di Bangka Barat yang telah membantu kelancaran koordinasi dengan Pemerintah Pusat," katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek penting yang perlu dipersiapkan untuk mendukung kelancaran pembangunan kawasan itu, antara lain kesiapan lahan, perizinan cagar budaya, pembongkaran eksisting, pemindahan aset, koordinasi kewenangan, mekanisme serah terima aset, dukungan daerah, dan sinkronisasi dengan rencana pengembangan kawasan Pemda.

Pekerjaan fisik akan mencakup dua zona utama, yaitu penataan Taman Lokomobil, penataan Lapangan Gelora, serta penataan jalur pedestrian penghubung di sekitar kedua kawasan.

Total luas area penanganan sekitar 2,6 hektare dengan panjang jalur pedestrian sekitar 1.024 meter, berbasis konsep "tourism creative hub".

Di Lapangan Gelora direncanakan pembangunan visitor center, toilet, amfiteater, area kuliner dan cinderamata, area parkir, jalur pedestrian, serta tiang bendera, sedangkan di Taman Lokomobil akan dikembangkan area yang menghubungkan Tugu Soekarno dengan Lokomobil, dilengkapi elemen artistik berupa patung dan relief yang merepresentasikan sejarah pengolahan timah di Mentok.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026