Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengusulkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Rehabilitasi Narkoba, guna merehabilitasi pengguna gelap barang haram di daerah itu.
"Rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat pemulihan terpadu bagi para penyalahguna narkoba," kata Hidayat Arsani dalam keterangan pers diterima LKBN ANTARA Babel di Pangkalpinang, Selasa.
Usulan pembangunan RS Rehabilitasi Narkoba disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat melakukan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto di Jakarta, Selasa (27/1).
"Pendirian rumah sakit khusus pecandu narkoba ini sebagai langkah strategis dan berorientasi kemanusiaan," katanya.
Ia menegaskan keberadaan rumah sakit rehabilitasi tersebut bukan hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai ikon kemanusiaan dan wujud nyata kehadiran negara dalam memulihkan generasi bangsa dari jerat narkoba.
“Narkoba adalah musuh besar negara. Ini bukan lagi soal kepedulian, tetapi kewajiban kita bersama untuk bangsa dan negara. Pemerintah daerah akan berusaha maksimal,” tegasnya.
Penjabat Sekda Kepulauan Babel, Fery Afriyanto menambahkan dukungan konkret terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) juga diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Babel.
Ia mengatakan melalui tim terpadu P4GN, pemerintah kabupaten/kota didorong untuk mengoptimalkan penganggaran dan perencanaan program, sehingga seluruh inisiatif BNN dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan.
“Bangka Belitung bersih dan anti narkoba harus diwujudkan melalui koordinasi yang kuat. Semua program BNN akan kita integrasikan dalam pelaksanaan tim terpadu,” ujarnya.
