Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengimbau warga tetap tenang menyikapi isu kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Persoalannya adalah sulitnya gas elpiji tiga kilogram masuk karena kapal mengalami kendala docking akibat cuaca, namun kami terus berupaya berkomunikasi agar pasokan secepatnya tersedia,” kata Algafry di Koba, Selasa.
Algafry Rahman mengatakan keterlambatan distribusi gas elpiji tersebut disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang menghambat proses pengiriman ke wilayah Bangka Tengah.
Pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Algafry, sejumlah langkah antisipasi juga telah dilakukan guna memastikan pasokan gas elpiji kembali normal seperti sebelumnya.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat tidak kuatir karena ini bukan masalah kelangkaan, melainkan keterlambatan distribusi akibat faktor cuaca,” ujarnya.
Algafry juga mengimbau para agen dan pangkalan gas elpiji agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari keuntungan di luar ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah meminta agen melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Yang perlu dipahami, ini bukan kelangkaan, tetapi murni karena faktor cuaca,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga memastikan akan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk menjaga stabilitas distribusi gas elpiji bersubsidi, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat apabila ditemukan indikasi penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
'Upaya pengawasan ini dilakukan bersama aparat terkait guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan," tutup Algafry.
Pewarta: AhmadiEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026