Koba, Babel, (ANTARA) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat upaya pencegahan (preventif) dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan bijih timah di daerah tersebut, untuk mendukung pembangunan daerah.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Abvianto Syaifulloh di Koba, Rabu, mengatakan penguatan upaya preventif dilakukan dengan membenahi sejumlah kekurangan, terutama dalam hal sinergisitas antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah setempat.

“Kami akan membenahi beberapa kekurangan terkait sinergisitas dengan pemerintah daerah, sebagai langkah dalal  mendukung kinerja pembangunan di Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun tidak ada penugasan khusus yang secara spesifik diarahkan kepadanya, namun fokus utama yang dijalankan saat ini adalah mengoptimalkan penegakan hukum, terutama yang berkaitan dengan perkara pertambangan timah.

“Tugas secara khusus memang tidak ada, tetapi pada intinya saya ditugaskan untuk lebih mengoptimalkan penegakan hukum, khususnya terkait dengan penanganan perkara timah,” katanya.

Kejari juga terus melakukan inventarisasi terhadap barang bukti maupun aset-aset yang berkaitan dengan perkara penambangan timah ilegal, yang sebagian besar lokusnya berada di wilayah Bangka Tengah.

Pihaknya menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, baik dalam penegakan hukum secara represif maupun preventif, agar penanganan perkara dapat berjalan efektif dan berkeadilan.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil, terutama dukungan pemerintah daerah agar dapat berkolaborasi dengan kami dalam penegakan hukum yang humanis,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen menjalankan dua misi utama penegakan hukum, yakni penindakan terhadap pelanggaran hukum serta upaya pencegahan guna meminimalkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi.

“Walaupun sebelumnya saya tergabung dalam Satgas Tindak Pidana Korupsi dan cukup lama bertugas di Jakarta, namun di Bangka Tengah saya lebih mengedepankan pendekatan preventif dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, ia berharap penegakan hukum di sektor pertambangan timah dapat berjalan secara profesional, berkeadilan, dan selaras dengan upaya pembangunan daerah.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026