Pangkalpinang (ANTARA) - Data KSA BPS (Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan luas panen padi petani di Kepulauan Babel sepanjang Januari hingga Desember 2025, berkurang 1.916 hektare atau setara 10,53 persen, dari 18.203 hektare pada tahun 2024, menjadi 16.287 hektare.

"Luas panen padi 2025 turun 10,53 persen karena adanya pergeseran puncak panen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menyatakan puncak panen padi 2025 terjadi pada Februari dengan luas panen seluas 2.275 hektare. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi pergeseran puncak panen dibandingkan tahun sebelumnya, pada September dengan luas panen 3.985 hektare.

Sementara itu, luas panen terendah pada 2025 terjadi pada Juli, dengan luas panen sebesar 145 hektare karena kondisi cuaca kemarau kering yang mengakibatkan petani kesulitan melakukan penanaman padi.

Ia menambahkan produksi padi dalam bentuk gabah kering panen (GKP) di Provinsi Kepulauan Babel selama 2025 sebanyak 86.759 ton GKP, atau menurun 17.791 ton GKP atau setara 17,02 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 104.550 ton GKP. 

"Produksi padi tertinggi terjadi pada April 2025 sebesar 14.273 ton GKP, sementara terendah terjadi pada Juli hanya sekitar 680 ton GKP," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026