Koba, Babel (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Batianus menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memberikan dampak positif bagi siswa di tengah keluhan sejumlah orang tua terkait menu yang dinilai belum memenuhi standar gizi.

“Dengan adanya MBG di Bangka Tengah sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak kami di sekolah,” kata Batianus di Koba, Rabu.

Menurut dia, esensi program MBG tidak hanya diukur dari nilai materi atau jenis makanan yang diterima siswa, tetapi juga dari nilai kebersamaan yang tumbuh ketika anak-anak makan bersama di sekolah.

“Ketika anak-anak kita makan bersama, itu ada nilai kebersamaan. Jangan sampai ada kesenjangan ketika anak makan dengan lauk yang berbeda,” ujarnya.

Batianus mengaku sempat meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 1 Koba. Dari hasil kunjungan tersebut, ia melihat adanya sisi positif yang patut diapresiasi, khususnya dalam membangun kebersamaan antarsiswa.

“Ada hal yang baik dari MBG ini, yakni menumbuhkan nilai kebersamaan melalui kebiasaan makan bersama,” katanya.

Terkait polemik kandungan gizi menu MBG yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial, Batianus mengatakan telah melihat video yang beredar.

Namun, ia menegaskan bahwa penilaian teknis terkait standar gizi merupakan kewenangan pihak yang berkompeten.

“Peruntukan nilai gizi ini tentu untuk kesehatan dan kami berharap penyedia benar-benar memperhatikan menu MBG itu sendiri,” ujarnya.

Pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah titik.

“Kami akan meminta Komisi I turun langsung ke SPPG, sebagai fungsi pengawasan dan kontrol terhadap program pemerintah," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026