Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membersihkan saluran air di kawasan cagar budaya Rumah Mayor Mentok sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan estetika perkotaan.
Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman di Mentok, Jumat, mengatakan gotong royong bersih lingkungan dilaksanakan oleh para petugas kebersihan bersama para pegawai di beberapa organisasi perangkat daerah pemerintah daerah setempat.
"Hari ini kita lakukan pengerukan saluran air di kawasan cagar budaya Rumah Mayor Mentok sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menata estetika wajah Kota Mentok, khususnya di lokasi-lokasi bersejarah," katanya.
Selain sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, Rumah Mayor Mentok juga berada di dekat Pelabuhan Lama Mentok yang juga sebagai kawasan bernilai sejarah, bahkan beberapa bangunan yang ada di kawasan itu juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
Ia mengatakan, sejumlah selokan di kawasan itu buntu karena timbunan pasir dan material lain, ditambah sampah berserakan di sejumlah lokasi bahkan sampai di pinggir pantai dekat Pelabuhan Lama Mentok.
"Pada saat hujan, air sering kali menggenang di kawasan itu karena saluran banyak tersumbat, untuk itu kita berupaya rutin melakukan pembersihan agar aliran air tetap lancar dan dapat mencegah banjir," ujarnya.
Kegiatan yang dilakukan tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat setempat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan saluran air.
"Selain bersih lingkungan, hari ini kita juga merapikan pondok-pondok tempat jualan, kita juga mengimbau dan mengajak warga tidak membuang sampah sembarangan," katanya.
Selain mencegah banjir, melalui kegiatan itu juga diharapkan mampu memberikan contoh ke masyarakat untuk saling menjaga dan secara komunal peduli terhadap kelestarian, kenyamanan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal sehingga semakin indah dan sehat sebagai tempat beraktivitas maupun tempat tinggal.
Rumah Mayor Mentok merupakan salah satu bangunan bersejarah yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2018. Sebutan Rumah Mayor ini merujuk pada pemilik rumah yang berada persis di depan Pelabuhan Lama Mentok tersebut, yaitu Mayor Tjoeng A Thiam yang pada masa kolonial menjadi diangkat menjadi Mayor Cina pertama yang memimpin etnis Tionghoa di Pulau Bangka.
Gelar Mayor pada Tjoeng A Thiam bukan pangkat kemiliteran, namun pangkat tituler diberikan Pemerintah Hindia Belanda kepada opsir Tionghoa yang memiliki peran penting dalam penambangan bijih timah di Pulau Bangka.
Mayor memiliki peran mengatur kehidupan sosial masyarakat etnis Tionghoa, seperti perdagangan, penambangan, hukum, adat, tenaga kerja, dan lainnya.
Rumah Mayor didirikan pada masa Kolonial Hindia Belanda di pertengahan abad ke-19 dengan gaya "Mixed Indies-Empire" (Campuran Eropa, Cina dan Melayu) dengan ciri tiang pilar bulat (kolom doric) dan atap perisai ganda dengan talang kantong, pada sisi rumah depan kiri dan kanan dihiasi dua patung singa lazimnya patung singa di pintu masuk istana, tempat ibadah atau rumah pejabat pemerintah.
Rumah mayor yang besar dan megah berada di depan Pelabuhan Lama Mentok, tidak jauh dari kawasan Pasar Mentok yang memang sejak dulu merupakan pemukiman bagi etnis Cina yang berprofesi sebagai pedagang.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026