Pangkalpinang (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pangkalbalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfokuskan peningkatan pelayanan bongkar muat Crude Palm Oil (CPO), guna mendorong pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

"Saat ini bongkar muat curah cair didominasi CPO hasil perkebunan kelapa sawit di Pulau Bangka," kata Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Alamsyah di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam selama 2025 telah melayani throughput sebesar 1,6 juta ton dengan dominasi curah cair sebesar 33,24 persen, karena luas perkebunan sawit di Kepulauan Bangka Belitung yang terus meningkat.

Sementara itu, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam pada Triwulan I Tahun 2026 telah melayani bongkar muat sebesar 391.624 ton, dengan porsi curah cair atau CPO mencapai 35,18 persen.

"Kita tidak hanya melayani bongkar muat CPO, tetapi juga turunan sawit seperti cangkang dan kernel juga menjadi potensi yang terus dikembangkan dalam layanan bongkar muat di pelabuhan ini," ujarnya.

Ia menyampaikan optimalisasi layanan curah cair, khususnya CPO terus menjadi fokus utama perusahaan seiring besarnya potensi komoditas sawit di wilayah Bangka Belitung. 

Berdasarkan data 2025, luas perkebunan sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 355.065 hektare dengan potensi produksi sekitar 4 ton per hektare. 

“Kami terus melakukan penguatan layanan, khususnya pada penanganan CPO dan turunannya, melalui inovasi operasional yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga aspek keselamatan dan lingkungan,” ujarnya.
 



Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026