Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam pengusulan Indikasi Geografis (IG) Kopiah Resam sebagai produk khas daerah yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, di Pangkalpinang, Jumat, mengatakan pihaknya mendukung penguatan pengusulan Indikasi Geografis Kopiah Resam Bangka Barat.

“Kopiah Resam merupakan salah satu kerajinan khas daerah yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat Bangka Barat,” katanya.

Ia menjelaskan Kanwil Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bangka Barat telah berkoordinasi untuk memperkuat pengusulan Indikasi Geografis tersebut.

Menurut dia, sejumlah tantangan dalam pengembangan Kopiah Resam turut dibahas, mulai dari pemasaran yang masih terbatas, regenerasi pengrajin, efisiensi produksi, hingga harga produk yang relatif tinggi dibandingkan kerajinan sejenis.

Selain itu, kata dia, pelestarian kopiah resam juga menjadi perhatian bersama melalui pengenalan kerajinan tersebut sejak usia dini guna menjaga keberlanjutan keterampilan dan meningkatkan minat generasi muda.

“Perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis penting untuk menjaga keaslian dan reputasi produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk khas daerah,” ujarnya.

Johan menilai Kopiah Resam Bangka Barat merupakan bagian dari identitas budaya yang memiliki kekhasan dan nilai historis.

“Pengusulan Indikasi Geografis menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pengrajin dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung, Kaswo, menegaskan pihaknya siap mendampingi proses pengusulan Indikasi Geografis Kopiah Resam Bangka Barat, khususnya dalam penyusunan dokumen deskripsi sebagai syarat utama pendaftaran.

“Untuk produk kerajinan seperti kopiah resam, proses pengusulannya relatif lebih mudah dan cepat karena tidak memerlukan pengujian laboratorium sehingga biaya pendaftarannya lebih terjangkau,” katanya.
 



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026