Selasa, 17 Oktober 2017

Cegah Kekerasan Anak Melalui Pusat Pembelajaran Keluarga

id Kekerasan
Cegah Kekerasan Anak Melalui Pusat Pembelajaran Keluarga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Yohana Yembise. (Foto Antara)
Pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak,
Sawahlunto (Antara Babel) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise berupaya mencegah kekerasan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

"Pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak," kata Menteri PPPA Yohana saat meresmikan Puspaga di Desa Santur, Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis.

Menurut dia, kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan disertai lemahnya program pemerintah dalam membantu/memberdayakan keluarga tersebut untuk mengasuh dan melindungi anak, dikhawatirkan akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya. 

Oleh karena itu, Kemen PPPA telah menyiapkan program unggulan Puspaga untuk mengatasi masalah ini.

Puspaga merupakan tempat pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional seperti tenaga konselor, baik psikolog atau sarjana profesi bidang psikologi.

Selain itu, Bimbingan Konseling atau Pekerja Sosial yang telah memahami Konvensi Hak Anak, melalui peningkatan kapasitas orang tua/keluarga yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran.

Hal ini merupakan salah satu unsur prioritas dalam pelaksanaan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). 

"Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan/pengasuhan, keterampilan menjadi orangtua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga," kata Yohana. 

Pada 2016, Kemen PPPA telah menginisiasi Puspaga dengan jumlah mencapai 18, yaitu di 2 provinsi dan 16 kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota minimal memiliki 1 (satu) Puspaga. 

"Saya sangat berharap Puspaga di Kota Sawahlunto dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan keluarga yang ingin mencari solusi bagi masalah keluarga sehingga selama 24 jam kehidupan anak setiap harinya dapat terjamin pengasuhannya," kata Yohana.

Usai meresmikan Puspaga, Menteri Yohana mengunjungi Sekolah Ramah Anak SD 03 Lubang Panjang Sawahlunto, dilanjutkan dengan mengunjungi Puskesmas Ramah Anak Silungkang dan diakhiri dengan meninjau Kampung Perempuan Produktif di Pasar Kubang Tangah, Kota Sawahlunto.

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga