"Ini peluang yang baik bagi pemerintah daerah untuk terus menggali potensi perikanan yang ada," kata Kepala BKIPM KKP Republik Indonesia, Dr. Ir. Rina, MSi di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan ekspor hasil perikanan di Kepulauan Bangka Belitung tahun lalu mencapai 25.000 ton senilai Rp1,2 triliun atau mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
"Diperkirakan ekspor perikanan Agustus hingga Desember tahun ini akan terus naik, karena permintaan pasar di negara-negara Asia seperti Jepang, Tiongkok, Australia, Malaysia, Singgapura dan negara lainnya terus meningkat," ujarnya.
Rina mengatakan peningkatan ekspor ini, karena semakin membaiknya mutu dan kualitas hasil perikanan di daerah ini. Saat ini unit pengolahan perikanan di Kepulauan Babel juga mengalami peningkatan yaitu dari 3 unit menjadi 12 unit.
"Alhamdulillah seluruh unit pengolahan perikanan di daerah ini sudah memiliki sertifikat dan sudah bisa mengekspor perikanan sesuai standar yang ditetapkan Indonesia," katanya.
Menurut dia, standar perikanan di daerah ini sudah di tingkat B dan dapat dipasarkan di Amerika dan negara lainnya.
"Memang, beberapa tujuan ekspor ini memberlaku standar yang berbeda-beda. Uni Eropa menetapkan standar A, Amerika standar B dan negara-negara lainnya standar C," ujar dia.
Pewarta: AprionisEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.