Pangkalpinang (Antara Babel) - Pedagang sayur mayur di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai kesulitan menambah stok karena cuaca di perairan daerah itu memburuk.
"Saat ini kapal penumpang dan barang tidak lagi beroperasi seiring tinggi gelombang yang mencapai empat hingga lima meter, sehingga mempengaruhi lalu lintas barang," kata salah seorang pedagang sayur, Yuli di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini stok sayur mayur yang didatangkan dari luar seperti tomat, cabai, bawang, kol dan lainnya terbatas untuk memenuhi pemintaan konsumen, sehingga harga naik.
Saat ini, harga sayur kol naik menjadi Rp10 ribu dari Rp5 ribu per kilogram, harga tomat naik Rp40 ribu dari Rp20 ribu per kilogram.
Demikian juga harga cabai naik menjadi Rp55 ribu dari harga sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram.
"Diperkirakan harga sayur akan mengalami kenaikan sampai stok dan persediaan kembali normal," ujarnya.
Ia mengatakan, kapal pengangkut sayur yang diimpor dari luar Babel mengalami penundaan jadwal keberangkatan terkait cuaca buruk dan gelombang air laut yang tinggi.
"Sekarang cuaca sepertinya tidak baik untuk melaut makanya kapal yang mengangkut sayur tidak jadi berangkat untuk saat ini," katanya.
Menurut dia, saat ini sayur-sayuran di Pasar Kota Pangkalpinang akan mengalami kelangkaan dan susah didapat sampai hari Sabtu mendatang.
"Kemungkinan harga sayur mayur akan kembali normal jika kapal yang mengangkut sayur tidak terhambat untuk melaut kembali," jelasnya.
Ia mengatakan, beberapa harga bahan pokok makanan yang lainnya juga ikut naik terkait harga sayur-sayuran yang naik.
Begitu juga halnya dengan Madi pedagang grosiran dan eceran sayur yang kesulitan untuk menambah stok sayurnya.
"Saat ini sayur sudah sulit untuk didatangkan dari luar dan persedian stok yang ada saat ini pun sudah mulai mengurang untuk memenuhi kebutuhan pembeli," katanya.
