Pangkalpinang, (Antaranews Babel) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan inflasi Babel hingga November 2018 sebesar 3,07 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan nasional, sehingga tingkat inflasi pada penghujung tahun ini lebih terkendali.

"Inflasi Kepulauan Babel hingga penghujung tahun ini lebih terkendali, karena sinergitas program dan komunikasi antarinstansi pemerintah daerah yang efektif," Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Babel, Tantan Heroika saat pertemuan tahunan BI 2018 di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan tekanan inflasi Provinsi Kepulauan Babel hingga November tahun ini lebih didominasi dari kelompok transportasi, karena kenaikan tarif angkutan udara.

Disamping itu, inflasi daerah ini juga didorong oleh peningkatan harga kelompok bahan makanan, namun dengan nilai yang masih terkendali.

"Pemantauan dan koordinasi rutin oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Satgas Pangan berhasil dalam menjaga stabilitas harga pangan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia dalam pengendalian inflasi ini, TPID dan satgas pangan terus mengoptimal sinergitas dan komunikasi, sebagai wujud kerja aktif dalam mengimplementasikan program pengendalian inflasi yang berfokus pada kelembangaan, produksi, distribusi, tata niaga, informasi dan komunikasi.

"Strategi ini berhasil dalam menciptakan kemandirian cadangan pagan dan ekosistem tata niaga yang sehat," katanya.

Ia menambahkan selain aktif dalam kegiatan TPID, Bank Indonesia juga berupaya mendorong stabilitas harga pangan melalui klaster ketahanan pangan yang didukung dengan program sosial perbankan ini.

"Kita terus berimplementasi dengan berbagai inovasi dan teknologi pertanian seperti pertanian terintegrasi dalam meningkatkan produksi hasil pertanian petani di daerah ini," katanya. 

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026