"Melalui aplikasi Lamikro ini para penggerak UKM mikro di seluruh Indonesia, khususnya Babel dapat memonitoring aktifitas keuangan UKM mereka," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Elfiyena, di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, Lamikro merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana untuk usaha mikro yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem aplikasi android, dimana aplikasi tersebut berada di media informasi Kemenkop Center.
Langkah-langkah memasang aplikasi tersebut sama seperti aplikasi lainnya di android, yakni, masuk ke playstore, ketik "Kemenkop Center" di pencarian, unduh atau download dan pasang atau install aplikasi Kementrian Koperasi dan UKM RI berlogo Pancasila.
"Aplikasi Lamikro ada dalam media informasi tersebut. Ini laporan digital untuk para pelaku UKM, dimana mereka dapat menginput laporan keuangannya setiap sore hari dan terupdate," ujarnya.
Ia menambahkan, aplikasi Lamikro dibuat dengan berbagai kemudahan dan fleksibilitas agar bisa digunakan pelaku usaha mikro. Jumlah UKM di Babel ada 180.000 lebih dan belum semuanya terdata di Lamikro.
"Belum semuanya UKM terdata di Kkemenkop Center. Namun jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan pelatihan yang akan terus dilakukan," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.