Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melampaui target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan pada tahun 2018 sebesar Rp77 juta.

"Kami terus berusaha dan akhirnya bisa melampaui target dari Rp77 juta terealisasi sebesar Rp79 juta lebih selama 2018," kata Kepala UPT BBI Kabupaten Bangka, Sujono di Sungailiat, Kamis.

Ia mengatakan, pencapaian tersebut dengan menggenjot pembibitan ikan patin yang banyak diminati masyarakat, karena usaha peternakan rakyat (UPR) pada saat itu belum bisa memenuhi kebutuhan umum.

Tak hanya itu, tercapai target PAD 2018 didukung terus bertambahnya minat masyarakat untuk mengembangkan ikan jenis lainnya seperti ikan gurami, nila gift, nila merah, lele dan bawal.

"Pada 2018 lalu paling banyak diminati itu ikan nila gift sebanyak 171.845 ekor, kemudian nila merah sebanyak 83.394 ekor, lalu ikan patin sebanyak 51.000 ekor, ikan mas sebanyak 27.100 ekor, ikan lele sangkuriang sebanyak 12.040 ekor, ikan gurami sebanyak 7.165 ekor dan ikan baung sebanyak 700 ekor," katanya.

Ia menambahkan, untuk tahun 2019 ini target PAD yang harus dicapai sebesar Rp90 juta dan di awal tahun ini baru mencapai sebesar Rp18 juta lebih hasil penjualan bibit sebanyak 10.080 ekor.

Pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai dengan mengembangkan ikan baung dan jika cuaca di daerah itu dalam kondisi normal atau tidak terjadi kemarau panjang dan intensitas hujan tinggi, yang mengakibatkan larva ikan mati.

"Kami optimis, jika tidak terjadi kemarau panjang dan hujan intensitas tinggi, sebab jika kemarau dan hujan banyak larva ikan yang mati, sedangkan permintaan masyarakat tinggi," katanya.

Pewarta: Dwi HP
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026