Jumat, 18 Agustus 2017

Keutamaan Ramadan

id pengajian
Keutamaan Ramadan
Pengajian Rutin DWP Kemenag Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim, Ketua DWP Sukindah Nur Syam dan pengurus serta anggota DWP saat menyimak tausiyah dalam kegiatan pengajian rutin DWP Kemenag di kediaman dinas Menag Komplek Widya Chandra Jakarta, Rabu. (foto:sug/dm)
Keutamaan bulan Ramadan membuat kaum beriman berharap bisa memaksimalkan ibadah tahun ini dan ingin punya kesempatan bertemu dengan bulan penuh rahmat tahun berikutnya.

Puasa sudah pernah dilakukan oleh orang-orang di masa lalu, yaitu para ahli kitab alias umat Yahudi dan Nasrani. 

Keutamaan sahur jadi pembeda puasa antara kaum muslim dan ahli kitab.

Sahur sangat dianjurkan untuk kaum muslim, sebaliknya para ahli kitab tidak pernah sahur saat berpuasa.

Oleh karena itu, muslim diutamakan makan sahur sebelum puasa agar tidak sama dengan ahli kitab, meski tidak apa-apa bila lupa sahur karena tidak sengaja.

Ramadan jadi bulan spesial karena bulan ini adalah kesempatan emas bagi kaum muslim yang ingin doanya dikabulkan. Doa orang yang berpuasa itu mustajab.

"Barangsiapa yang berpuasa saat Ramadan karena Allah, maka Allah akan berikan ampunan," kata Ustaz Subhan Bawazier dalam video "I Need You Ramadhan" yang diunggah di YouTube.

Segala pahala akan dilipatgandakan, apalagi saat lailatul qadar ketika satu kebaikan dianggap sama dengan 83 tahun penuh kebaikan.

Ramadan juga sebaiknya jangan dicampuradukan dengan hal yang kurang baik, misalnya berbuka puasa bersama yang memakan waktu hingga terpaksa melewatkan shalat Magrib dan Isya.

Di luar itu, seharusnya aktivitas selama Ramadan tidak berbeda dengan aktivitas di luar bulan puasa. Pada zaman dahulu, kaum muslim juga berperang saat Ramadan.

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga