Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggandeng Badan Riset Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan Sistem Informasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan (Sidolpin).

Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian di Koba, Sabtu (18/12), mengatakan pihaknya menggandeng BROL yang secara khusus untuk kajian ilmiah penerapan dan pengembangan Sidolpin yang sudah ada selama ini.

"Sidolpin yang kita kembangkan bersama BROL ke depan khusus untuk mendeteksi titik penangkapan spesies cumi di laut Bangka Tengah," ujarnya.

Ia mengatakan Sidolpin sejak 2019 terus dilakukan pengembangan dam pembaruan dan menjadi inovasi di sektor perikanan.

"Inovasi itu terus dikembangkan dan pada 2021, Sidolpin lebih menjangkau titik berkumpul cumi sehingga bisa meningkatkan produksi cumi para nelayan," ujarnya.

Erfian berharap, Sidolpin bisa dimanfaatkan para nelayan sebagai teknologi yang memberikan keuntungan luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.

"BROL juga sudah melakukan modelling melibatkan beberapa nelayan untuk melakukan validasi dari hasil ataupun model-model yang telah dikembangkan," ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah daerah juga sudah membangun kios maritim sebagai sumber informasi bagi nelayan seputar perikanan.

"Para nelayan bisa memanfaatkan kios maritim itu dengan baik untuk mendapatkan informasi tentang perikanan dan kelautan yang ada di daerah ini," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021