"Saat ini stok kacang kedelai cukup dan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar sehingga harga masih bertahan normal, sedangkan permintaan warga khususnya perajin tahu dan tempe kembali stabil usai Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok kacang kedelai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 75 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu karena pasokan dari luar daerah juga lancar.
"Saat ini stok kacang kedelai cukup dan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar sehingga harga masih bertahan normal, sedangkan permintaan warga khususnya perajin tahu dan tempe kembali stabil usai Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Senin. Atas izin Kepala Disperindag Babel, Suharto.
Ia menjelaskan, sebanyak 75 ton stok kacang kedelai tersebut tersebar di gudang UD Mawar sebanyak 35 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 20 ton, gudang Akon 15 ton dan Toko Sumber Pelita 5 ton.
"Saat ini harga kacang kedelai bertahan Rp10.000 per kilogram, sementara harga kacang hijau Rp20.000 per kilogram dengan stok yang cukup dan pasokan lancar," katanya.
Menurut dia, usai Lebaran permintaan kacang kedelai kembali didominasi oleh pengusaha rumah tangga seperti tahu dan tempe, sementara permintaan dari kalangan ibu rumah tangga mengalami penurunan.
"Saat ini permintaan kacang kedelai kembali normal di kalangan ibu rumah tangga, demikian juga dengan permintaan kacang hijau," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi, pihaknya meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan karena untuk memenuhi permintaan warga distributor masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
"Hasil pertanian lokal masih terbatas seiring rendahnya minat warga untuk mengembangkan komoditas itu," katanya.
Menurut dia, harga kacang akan mengalami kenaikan jika stok berkurang atau tersendat dan naiknya biaya pengiriman.
Pewarta: Pewarta: MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026