"Saat ini kami sudah melatih sekitar 40 petani untuk membudidayakan cacing sutra agar dapat dijadikan pakan benih ikan atau pun bisa dijadikan usaha sampingan,,,Pangkalpinang (Antara Babel) - Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung telah melatih petani ikan tawar di kota itu untuk membudidayakan cacing sutra agar dapat menjadi pakan benih ikan.
"Saat ini kami sudah melatih sekitar 40 petani untuk membudidayakan cacing sutra agar dapat dijadikan pakan benih ikan atau pun bisa dijadikan usaha sampingan, selain mengembangkan usaha perikanan," kata kepala BBIL Pangkalpinang, Teguh Sutoto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan mampu mengembangkan minat petani untuk terus membudidayakannya sehingga dapat mengurangi beban ekonomi selama pembesaran benih ikan seiring harga pakan buatan terus mengalami kenaikan harga.
"Petani tidak perlu susah-susah mencari di saluran-saluran air atau got untuk mendapatkan cacing itu. Cacing itu sangat baik sebagai pakan untuk menunjang pertumbuhan benih ikan tawar dibanding pelet," katanya.
Menurut dia, dalam satu bulan pertumbuhan benih ikan mencapai tiga sampai empat centi meter, namun jika menggunakan fengli atau pelet buatan hanya tumbuh dua centi meter dalam waktu satu bulan.
"Biasanya pemberian cacing sutra hanya sampai pada usia satu bulan selanjutnya diberi usus ayam atau pelet, namun jika ingin memberinya sampai dewasa tidak masalah dan biasanya untuk pakan benih ikan itu cacing sutra yang berukuran satu atau dua centi meter," katanya.
Selain cacing sutra, kata dia, pihaknya juga mengajarkan petani untuk membudidayakan kutu air yang juga dapat dijadikan pakan benih ikan itu.
"Jika ada petani yang ingin meminta indukan cacing sutera atau kutu air untuk dikembangkan akan kami berikan. Sedangkan media yang digunakan untuk mengembangkan hewan tersebut yaitu air dan lumpur, sedangkan untuk perbandingannya satu banding satu antara air dengan kotoran ayam," ujarnya.
Ia berharap, minat petani untuk membudidayakan cacing sutra dan kutu air dapat juga diikuti dengan bertambahnya minat warga untuk membudidayakan ikan tawar karena saat ini rata-rata warga masih mengharapkan penghasilan dari menambang bijih timah.
"Nilai ekonomis ikan tawar saat ini cukup bagus peminat warga untuk mengonsumsi juga bertambah sehingga dengan begitu warga yang biasa mengharapkan penghasilan dari menambang bijih timah dapat beralih untuk mengembangkan usaha perikanan itu sehingga kota itu dapat menjadi sentra ikan tawar," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.