Toboali (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, meningkatkan kualitas sarana pasar tradisional demi kenyamanan dan ketertiban aktivitas jual beli di tempat itu.
"Pasar tradisional ini tetap dilestarikan dan direvitalisasi demi kenyamanan warga," kata Sekretaris Daerah Pemkab Bangka Selatan Ahmad Ansyori di Toboali, Selasa.
Ia menjelaskan perbaikan dan revitalisasi pasar tradisional sudah harus dilakukan karena sebagian sarana dan prasarana di pasar itu sudah mengalami kerusakan dan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Saat ini, keadaan pasar tradisional beberapa bagian yang perlu direnovasi misalnya drainase dan atap pasar yang sudah rusak," ujarnya.
Menurut dia, perbaikan tentu akan dilakukan agar para pedagang dan pembeli tidak terganggu saat melakukan aktivitas.
"Pembangunan pasar yang akan dilakukan itu berdasarkan pengajuan ke pemerintah pusat jadi tidak bisa dipindahkan lokasinya, namun untuk renovasi pasar tradisional itu tetap dilakukan," ujarnya.
Ketika disinggung mengenai banyaknya pungutan retribusi terhadap pedagang, ia mengatakan pungutan retribusi itu sudah sesuai target dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah yang telah ditetapkan.
Beberapa pungutan yang diambil dari pedagang itu, di antaranya retribusi sampah yang berasal dari Dinas PU dan retribusi parkir dari Dinas Perhubungan, dan sewa lapak dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Ia berharap, pedagang agar dapat memakluminya, sedangkan ke depan akan diatur sebagaimana baiknya, namun kalau dijadikan satu jumlahnya tentu akan besar.
"Ke depannya akan dilakukan koordinasi antara SKPD agar retribusi dijadikan satu karena tujuannya sama untuk menambah pendapatan asli daerah," katanya.
