Pangkalpinang,(Antara Babel) - Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada Maret 2013 mencapai 100,57 atau naik 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 100,03.

         "Kenaikan NTP sebesar 0,54 persen ini karena indeks harga yang diterima petani (IT) lebih besar dibanding indeks harga yang dibayar petani (IB)," ujar Kepala BPS Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Rabu.

         Ia menjelaskan, pada Maret 2013 IT mengalami mencapai 126,83 atau naik sebesar 0,88 persen dibanding IT Februari 2013 sebesar 125,71.

         "Kenaikan IT ini karena adanya kenaikan indeks diterima petani pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan," ujarnya.

         Ia mengatakan, pada Maret 2013 IB mencapai 126,71 atau naik 0,82 persen dibandingkan IB Februari 2013 sebesar 125,68.

         "Kenaikan IB ini karena indeks kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) naik sebesar 0,44 persen dari 130,27 menjadi 130,85 dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,01 persen dari 115,61 menjadi 115,62," ujarnya.

         Menurut dia, kenaikan IT akan menambah semangat petani untuk meningkatkan hasil perkebunan dan pertanian untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.  
    "Diperkirakan NTP akan terus naik karena tingkat konsumsi warga mengalami peningkatan seiring menurunnya hasil perkebunan dan pertanian petani," ujarnya.

         Ia mengatakan, NTP merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

         NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.

         "Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.

         Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani, secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026