Pangkalpinang (Antara Babel) - Pasokan ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkurang, sehingga memicu kenaikan harga daging ayam di daerah ini.
"Saat ini persediaan daging ayam terbatas, karena pasokan ayam dari Palembang, Lampung, dan Sumatera Utara maupun daerah lainnya berkurang secara drastis," kata salah satu pedagang daging ayam, Perdian, di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menyatakan, berkurang pasokan ayam potong ini berdampak langsung terhadap harga daging ayam yang naik menjadi Rp32 ribu dari harga sebelumnya Rp28 ribu per kilogram.
"Diperkirakan harga daging ayam akan terus mengalami kenaikan karena ternak ayam di daerah sentra peternakan di Pulau Sumatera mulai terserang penyakit selama musim kemarau ini," katanya lagi.
Dia mengatakan untuk memenuhi permintaan daging bagi para konsumen, pedagang hanya mengandalkan pasokan ayam potong dari luar daerah, karena peternakan ayam di Pulau Bangka sudah banyak gulung tikar.
"Dalam dua bulan terakhir kami tidak lagi mendapatkan pasokan ayam potong dari peternak lokal, karena usaha peternakan unggas di daerah ini gulung tikar seiring biaya pemeliharaan yang tinggi," ujarnya.
Herman, pedagang daging ayam lainnya juga membenarkan pasokan ayam potong saat ini berkurang.
Menurutnya, biasanya pedagang mendapatkan pasokan 400 ekor ayam potong itu, namun sekarang turun menjadi 100 ekor per minggu, sehingga harga daging ayam naik.
"Kenaikan harga daging ayam ini berdampak langsung terhadap permintaan yang ikut mengalami penurunan cukup drastis," katanya lagi.
Saat ini, kata dia, permintaan daging ayam sepi seiring daya beli warga yang masih lesu sebagai dampak harga timah, sawit, karet dan hasil perkebunan petani lainnya masih rendah," kata dia pula.
